actionScript for Indonesia

actionScript for Indonesia

Di balik beasiswa yang diberikan negara maju, terkandung keinginan untuk membentuk pola pikir kita.
Di balik bantuan asing, ada kepentingan yang tersembunyi.
Di balik teknologi maju ada pembodohan yang dapat merasuki kita.
... meski tidak semua...

Alangkah baiknya kalau sebagian dari kita mempelajari coding dan ilmu atau teknologi lainnya secara mendalam agar bangsa kita tidak terjebak sebagai Bangsa Pengguna dan mampu mencipakan perangkat pengembangan yang lebih baik.

Seandainya saja ada teman-teman yang mau sukarela membangun tandingan flash asli milik Indonesia.
Seandainya tidak seluruhnya asyik-masyuk menikmati kemudahan Visual Studio, Flex, Flash, Silverlight.... tapi berniat menciptakannya untuk kita semua, kelak kita dapat menjadi salah satu diantara mereka.

Itu dasar pertama kali aku mempelajari lalu meninggalkan Flex, dengan hasil lahirnya Mirai's Platform sehingga kinerja RIA yang kita buat (katanya) lebih baik. Bikin aplikasi seperti di http://www.icesflash.com/iwb/ jadi cuma butuh 3 hari all in.

Hasil lainnya, adalah ketemunya bugs Flash Player 10 dalam memparsing variabel, bulan yang dihitung dari angka 0, fleksibilitas flash component yang mengganggu pola pikir object oriented dan struktur 3D Effect yang belum in dan lain-lain. Alhasil, terpaksa membuat komponen sendiri agar memenuhi syarat kualitas produk perusahaan. Gak papa, dan berkahnya jadi ngerti cara kerja mereka.

Pengennya...,
teman-teman ada yang mengkordinasi proyek Flash Authoring Tools Tandingan milik Indonesia. Satu kita buat dengan Visual Studio/Delphi lainnya dengan Java. Pasti asyik.....
Kalau enggak, perusahaanku yang bikin dan jadi gak gratis. He he he..... (gua ancem luh!)
Masak tiru habis kemampuan flex, perbaiki kekurangannya dan tambah visual tools gak memberikan hasil... Apalagi kalau kita bisa menerapkan sebagian kelebihan konsep Away3D dan Alternativa...

Mohon dikoreksi:

Kalau aku perhatikan, hampir semua aplikasi internet semacam flash mengandalkan beberapa prinsip berikut:
1. Membuat player sebagai client-side runtime berupa activeX yang dapat diplug-in ke browser
2. Membuat format script
3. Membuat scriptReader
4. Membuat external tool's plug-in
5. Membuat authoring tools

Terakhir yang dilakukan Unity3D sangat jelas menunjukkan hal itu.
Aku juga coba membuat activeX dengan C# + DirectX lalu coba di internet pasang scriptnya (kebetulan aku lebih suka pake text file daripada XML, yang ditampilkan dalam bentuk tabel pada authoring tools) dan ... abrakadabra... Jalan tuh....

PR terbesar adalah:
- bagaimana meringkas 3D model dan grafik menjadi lebih ringan.
- bagaimana caching updater dapat bekerja sebagai background worker yang selektif hingga loading time bisa dipangkas habis.
- bagaimana garbage collection bisa secara dinamik di-forced atau di-interupsi
- ah ternyata banyak....

and last... bagaimana para sukarelawan atau pahlawan sain kita bisa terus berinovasi tanpa memikirkan dapur... Siapa yang mau membuat yayasannya?

Kalau saja kita serius membangunnya, apalagi bareng-bareng... pasti kita bisa membuat flash tandingan. Sekurang-kurangnya kita buat visual authoring tool untuk flash yang lebih asyik dari fl atau flex.

Gimana Bapak-Bapak Pemimpin Bangsa...? Apa yang telah anda rencanakan untuk Industri TI Indonesia di masa depan?
Gimana kampus-kampus IT. Aku cuma bekas anak SMEA III Jakarta lho...
Gimana yah....

Mudah-mudahan aku gak dianggep pengen gaya... jauh deh bo....

Share 

17 Comments

Guntur Sarwohadi Comment by Guntur Sarwohadi on January 21, 2009 at 10:17am
maksudnya bikin kompiler untuk flash dengan tool yang berbeda (beserta bahasa scriptingnya)? kayak haXe gitu ya om?

atau bikin IDE untuk flash di luar milik Adobe?

atau mo bikin platform baru di luar flash/swf?

idenya semua menarik om.. tapi kayaknya butuh ditackle satu-satu dulu.. hmm.. kalo platform baru, bisa dipertimbangkan mo target pasar mana.. seperti yang dilakukan IA, mereka punya player sendiri dan pasar mereka ditujukan pada hardcore player yang ingin bermain di web.. (berbeda dengan flash yang lebih dekat ke casual gameplaying)..

ato.. aku sih kepengen bisa bikin multiplaying engine/API sendiri, karena toh pemainnya masih dikit (setauku baru SmartFox, Electro, dan.. apa lagi ya?.. nonoba?).. btw.. ices3D gak dilanjutin om?.. tool yang dibikin buat iwb, bikin penasaran oy.. kompiler baru ya?
muhamad imam kuncoro Comment by muhamad imam kuncoro on January 21, 2009 at 10:23am
Aku cuma pengen kita semua PD dan bisa bangun proyek bareng agar tidak semua jadi user. Bisa kita mulai dari yang realistik, yaitu ndompleng flash. dengan membuat authoring tools flash dan multiuser server
muhamad imam kuncoro Comment by muhamad imam kuncoro on January 21, 2009 at 10:25am
Aku bikin script 3D sederhana buat Flash 10. Kalau mau sebagai contoh aku bagi-bagi codenya. Tapi gak bagus karena sekedar pengen tahu cara kerja Fl 10
muhamad imam kuncoro Comment by muhamad imam kuncoro on January 21, 2009 at 10:29am
Tambahin yah. Misalnya kita coba buat kombinasi Fl dengan Flex dengan ukuran file seperti Fl. Baguskan
Fajar "Ja'far" Khan Comment by Fajar "Ja'far" Khan on January 21, 2009 at 10:32am
kl begitu kita masih gunain teknologi Adobe dong, istilahnya plagiat dr Flash, bukannya ide original bikin sesuatu dr kita sendiri... yah kyk silver light gt deh, kerjanya niru ide original punya Adobe hehehe...
muhamad imam kuncoro Comment by muhamad imam kuncoro on January 21, 2009 at 10:38am
Tahap awal. Kayak Jepang bikin Mazda Kotak dan sekarang ekspor Lexus... Seandainya lagi, ada yang mau support kenapa gak yang baru sekalian. Setuju banget....
muhamad imam kuncoro Comment by muhamad imam kuncoro on January 21, 2009 at 10:41am
Kalo aku udah lebih rilek (maklum baru ngebangun), pasti eksperimen bikin yang baru... 90% konsep Indonesia
Fajar "Ja'far" Khan Comment by Fajar "Ja'far" Khan on January 21, 2009 at 10:45am
menurut saya gt sih Pak kl mau bikin sesuatu yg laen aja.. kalau niru org laen udh basi jadinya.. kl kata tmn saya kyk sendal Swalow dan Indomie kan punya dlm Negeri tp bgs tuh penjualannya hehehe.. biasanya ide si Guntur bgs2 tuh.. coba aja diskusi sama dia..
muhamad imam kuncoro Comment by muhamad imam kuncoro on January 21, 2009 at 9:58pm
OK aku tidak ingin membahas plagiat atau bukan, tapi dasar pemikirannya begini:
Pada awalnya kita harus mengejar dan mencoba mendahului ilmu dan pengetahuannya sambil:
1. Membangun kepercayaan diri "bersama" bahwa kita mampu melakukan
2. Mengukur kompetensi kita dengan mencoba membuat sesuatu yang lebih baik
3. Mempromosikan kemampuan kita
baru kita membuat sesuatu yang betul-betul original.
Misalnya yang berkaitan dengan flash, kita lihat saja Silverlight belum mampu menandingi Flash (khususnya dalam popularitas) sehingga masih memerlukan promosi yang panjang. Jika kita melakukan hal yang sama, kita harus mempersiapkan sesuatu agar daya tahan dalam mengembangkan sesuatu yang baru itu menjadi setara dengan yang sudah populer. Microsoft melakukannya dengan biaya dan usaha yang demikian besar. Bagaiana dengan kita dan kondisi psikologis teman-teman kita?
KIta lihat pula tahapan yang dicapai Unity3D atau sejenisnya. Mari kita bandingkan dengan cepatnya popularitas Papervision.
Strategi dari underdog tentunya harus memanfaatkan sikon dulu, setelah kuat dan siap baru dapat mencoba yang besar.
Seperti yang kita lakukan (apalagi kalau untuk bisnis), lebih baik kita manfaatkan Flash Player terlebih dahulu daripada membuat flash player tandingan. Baik juga langsung ke sana asalkan kita sadar betul bagaiana cara menjaga kesinambungannya sehingga yang kita lakukan bermanfaat bagi banyak orang.
Aku sendiri kalau membuat sesuatu, baru dalam tahap mencoba memahami apa yang mereka lakukan dan mendorong teman-teman untuk mulai mengejar ilmu dan pengetahuannya. Mudah-mudahan suatu ketika ada kelompok yang mampu merealisasikan mimpi kita bersama.
Deden Ramadhan Comment by Deden Ramadhan on January 22, 2009 at 8:44am
IMHO,

Yang paling reasonable dulu adalah bagaimana cara menjadi quick learner dan self analisis/problem solver.

Masih banyak gap antara sesama user Indonesia. Dan salah satu yang mendasari adalah cara adopsi/belajar menyerap dan menyaring jutaan informasi internet yang sangat luas secara efektif.

Di jaman dengan kecepatan update teknologi sangat cepat maka mentalitas seperti itu sangat vital.

Jadi di milis/forum kita tidak lagi melulu bicara suap-menyuapi hal yang basic yang tidak kelar-kelar yang sebetulnya bisa dipelajari secara mandiri.

Ide Bapak Imam sangat bagus, dan pasti langsung jalan bila komunitas kita didominasi orang-orang mandiri.

Aku masih belum menjumpai resource berbahasa Indonesia / khususnya tentang Flash Platform yang mengajarkan dasar-dasar cara menggunakan informasi internet secara cerdas dari misalnya penggunaan feed collecting, microblogging yang tepat, sampai ke cara bertahan hidup dengan teknologi ini, dan apa saja yang bisa disebutkan, tapi yang intinya menempa kita menjadi pribadi dengan mentalitas membaca /belajar yang kuat dengan quick learner dan self analisis/problem solver

CMIW!

Add a Comment

You need to be a member of actionScript for Indonesia to add comments!

Join this social network

  • 1
  • 2

About

Fajar "Ja'far" Khan Fajar "Ja'far" Khan created this social network on Ning.

Create your own social network!

© 2009   Created by Fajar "Ja'far" Khan on Ning.   Create Your Own Social Network

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service